Sosok “Wanita” Di Balik Kecantikan Wanita Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Martha Tilaar, wanita sukses yang telah berhasil membawa harum nama bangsa kita sebagai salah seorang pencipta kosmetika yang berbahan alami dan terbuat dari ramuan-ramuan tradisional. Martha memiliki impian untuk melestarikan budaya indonesia melalui kecantikan. Ditangan wanita inilah kecantikan dan keayuan wanita indonesia selalu terpelihara secara alami.

TITIK AWAL

Martha Tilaar memulai usahanya dari titik nol. Tepatnya pada tahun 1970-an dia membangun sebuah usaha salon di sebuah garasi kecil milik ayahnya yang berukuran 6 x 4 m yang terletak di Jl. Kusuma Atmaja no.45, Menteng Jakarta Pusat. Disalon inilah dia mulai mengembangkan bakatnya dibidang industri jamu dan kosmetika. Salon itu pun diberi nama “Salon Martha”, yang kemudian seiring waktu semakin maju dan berkembang hingga saat ini menjadi “Martha Tilaar Group (MTG)”, sebuah usaha industri jamu dan kosmetika dengan produk merk dagang Sariayu Martha Tilaar.

Martha memiliki komit untuk tetap mencintai produk dalam negeri dan membangun kemandirian bangsa khususnya dibidang jamu dan kkosmetik. Berdasar komitmen tersebut martha ingin menunjukkan kepada bangsa-bangsa di dunia bahwa indonesia bisa unjuk diri dan tidaklah ketinggalan di bidang kosmetika dan tata rias. Pada tahun 1987,ia awal mempopulerkan “Senja di sriwedari” sebagai trend tata rias baru yang diilhami dari kekayaan budaya alam dan budaya indonesia. Dan sejak saat itu Martha Tilaar selalu menggunakan tema budaya indonesia di setiap produk kosmetiknya. Sebut saja beberapa seperti Sumatra bergaya (1989) diambil dari daerah sumatra, Puri Prameswari (1990) diambil dari etnik cirebon dan bali, Senandung Nyiur (1991) diambil dari Pantai Indonesia, dan masih banyak lagi.

Martha Tilaar mempunya visi untuk menjadikan perusahaannya terkemuka di dunia dalam bidang kosmetika yang bernuansa ketimuran dan alami melalui penelitian, pengembangan dan pemanfaatan teknologi modern untuk memberi nilai tambah bagi pelanggan. Dengan strategi pendekatan etnik Martha Tilaar berhasil menjalin hubungan emosional dengan konsumen, bahkan berhasil menyelamatkan bisnisnya dari hantaman krisis ekonomi.

Perjalanan bisnis Martha Tilaar tidak selamanya mulus, ia pernah mengalami jatuh bangun atau pasang surut usaha. Bahkan Martha Tilaar pernah merasakan bagaimana orang memandang sebelah mata akan produksi kosmetiknya dan merasakan sebuah kepahitan ditanah air. Pada saat itu, ia ingin membuka gerai jamu dan kosmetiknya di sebuah Mall Ibukota, yang terbilang sangat strategis dengan pusat perkantoran dan tempatnya orang berduit, namun entah kenapa ia ditolak untuk membuka gerainya di mall tersebut. Mereka beranggapan bahwa produk kosmetik dari Martha Tilaar tidak ada image, dan imbasnya standar plaza mereka akan turun.

PERJALANAN USAHA

Akibat dari penolakan tersebut, Martha yang tidak pernah putus asa akhirnya mendirikan Puri Ayu Martha Tilaar, sejak Mei 1995 sebagai gerai jamu dan kosmetika sariayu sekaligus berfungsi sebagai pusat pelayanan konsumen. Gerai dan pusat pelayanan konsumen ini berada dalam bendera usaha PT. Martha Beauty Gallery. Gerai Puri Ayu Martha Tilaar pertama kali berdiri di Graha Irama, di kawasan elit kuningan, Jakarta selatan lalu berkembang pesat memasuki kota-kota besar di Indonesia.

Sepanjang tahun 1977, Martha Tilaar bekerjasama dengan Theresia Harsini Setiady, pemilik PT. Kalbe Farma. Mereka membuat perusahaan kosmetika dan jamu yang diberi nama PT. Martina Berto dan meluncurkan Sariayu Martha Tilaar sebagai produk pertama. Sepanjang tahun 1988-1995 PT. Martina Berto berkesempatan mengakuisisi sejumlah perusahaan, seperti PT. Kurnia Harapan Jaya, PT. Cempaka Belkosindo Indah, PT. Cedefindo, PT. Estrella Lab, dan PT. Kreasi Boga. Kemudian pada tahun 1999 Martha Tilaar beserta keluarga berkesempatan membeli seluruh saham PT. Kalbe Farma yang ada pada PT. Martina Berto.

Selain menghasilkan produk kosmetik yang bermanfaat dan terkemuka, Martha Tilaar juga sangat peduli dengan pendidikan dan hal-hal sosial yang masih berkaitan dengan pelestarian budaya. Karena kepedulian tersebut, akhirnya Martha melahirkan konsep Community Trade bersama rekannya Emmy Pratiwi, yang diberi nama Prama Pratiwi Martha Gallery yang menyediakan segala fasilitas produksi industri kerajinan. Berkat ketekunan dan tekad para pengrajin akhirnya kerajinan tersebut berkembang pesat dan sebagian hasil kerajinan di eksport ke Perancis, Australia dan Amerika.

Martha Tilaar juga mendirikan yayasan Puspita Martha, disana Ia mendidik banyak wanita dan ibu-ibu tentang kecantikan. Tujuannya agar mereka mengerti kecantikan sehingga bisa merawat diri. Bagi Martha perempuan adalah pemersatu yang sangat besar perannya bagi keutuhan bangsa, karena itu ia tak ingin perempuan terbelakang soal pendidikan. Dan bagi Martha di era modern seperti sekarang makna emansipasi bukan hanya persamaan hak dengan kaum pria, sebenarnya yang perlu dituntut kaum perempuan bukan hanya persamaan hak, tapi juga memilih dan menentukan nasib sendiri.

Hingga saat ini yayasan Puspita Matha telah menghasilkan lebih dari 250.000 tenaga professional di bidang kecantikan yang telah berkarya di dunia broadcast Indonesia. Sedangkan dalam hal sosial lain yang menyangkut budaya dan kecantikan pada tahun 1990-an Martha Tilaar mulai terlibat dalam ajang Beauty and Fashion. Seperti Lomba Cipta Busana Indonesia, serta kontes kecantikan sperti pemilihan Putri Indonesia, Pemilihan Putri Ayu Indonesia, Ajang Miss Indonesia, serta Miss World.

Dan berkat kegigihannya berusaha memajukan kosmetik dengan berbahan dasar alami serta tidak melupakan budaya Indonesia, sampai dengan saat ini kosmetika Sariayu bisa ditemui di hampir seluruh outlet maupun Mall-mall di Indonesia. Dan produk dari Martha Tilaar ini sudah dikenal hampir oleh seluruh wanita Indonesia yang ingin tetap menjaga kecantikannya.

(sumber : dari berbagai sumber)

Rubbi Widiantoro adalah kontributor swaberita dan dapat dihubungi di rubbi_widiantoro@yahoo.com

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 2 out of 5)
Loading ... Loading ...

Berita Terkait :


4 Comments For This Post

  1. Akh Ridwan Says:

    Wah hebat y.. Mbak Martha memang perempuan yang memiliki bakat yang luar biasa. Dari nol tp sekarang menjadi besar dan terkenal..

  2. Syta Kristihandini Says:

    Saya acungi dua jempol untuk keberhasilan Ibu Martha Tilaar dalam mengembangkan bisnisnya di bidang kosmetik. Dari sewaktu SMP higga SMA saya selalu setia menggunakan produk-2 dari Martha Tilaar yaitu BELIA, menginjak masa remaja saya mulai menggunakan produk-2 Sari Ayu-nya hingga sekarang ini.

    Maju terus ya Ibu Martha untuk bisnisnya agar produk kosmetik dari Martha Tilaar bisa berkembang di berbagai negara baik di negara-2 Asia maupun di negara-2 Eropa.

  3. rai santika Says:

    Hallo Ibu masih inget saya salah satu mantan karyawan ibu di bali tapi bukan mantan anak ibu ” terima kasih atas nama diri sendiri dan bangsa indonesia semga tetap jaya.

  4. ashlee Says:

    Hallo ibu martha…
    saya adalah salah satu pengagum ibu,,dan pengguna produk ibu..
    saya mau minta ibu bagi tips ke saya donk, gimna supaya cantik dlm waktu yang singkat,,jadikan gak repot kalau mau pergi-pergi,,seperti undangan pesta,shoping,dll..terima kasih ya bu’, sudi kiranya berbagi tips dengan saya…

Beri Komentar