BI Alami Defisit Hingga Rp 8,02 Trilyun

Bank sentral kita yaitu Bank Indonesia mengemukakan bahwa pada tahun ini mengalami kerugian yang lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu. Defisit tersebut berasal dari biaya tinggi atas penarikan saham dari para obligator sehingga BI menderita defisit Rp 8,02 trilyun hingga di akhir tahun 2008 ini.

Gubernur BI Boediono mengemukakan laporannya didepan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi XI. Sedangkan pada tahun lalu, BI menderita kerugian sebesar Rp 1,4 trilyun.

Selain itu juga, BI mengelola keuntungan yang berasal dari penyimpanan surat-surat berharga sebesar Rp 2,22 trilyun pada kuartal pertama di tahun ini dan anggaran kebijakan moneter juga mengalami defisit sebesar Rp 4,57 trilyun, hal ini dikarenakan membengkaknya anggaran operasional pembuatan surat-surat berharga yaitu sebesar Rp 6,79 trilyun.

Walaupun mengalami surplus di kuartal pertama, hal tesebut tidak terlepas dari faktor kebijakan ekonomi. Tekanan inflasi tahun ini mendorong BI untuk menaikkan tingkat suku bunga pada 50 basis point menju ke angka 8.5 persen. BI telah mengisyaratkan akan melakukan penyesuaian atas gerak tingkat inflasi.

Tingkat inflasi di bulan Mei sebesar 10,38 persen, angka ini dipengaruhi atas kenaikan bahan bakar minyak pada tanggal 24 Mei 2008. Prediksi mengenai kenaikan tingkat inflasi pada tahun ini adalah inflasi akan menembus angka lebih dari sebelas persen.

Rubbi Widiantoro adalah kontributor swaberita dan dapat dihubungi di rubbi_widiantoro@yahoo.com

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Berita Terkait :


Beri Komentar