Pesawat Cassa 212 dengan nomor registrasi CA. 2106 yang sebelumnya dilaporkan jatuh dan hilang di kawasan Rumpin - Leuwiliang, Kabupaten Bogor, mulai diketahui jejaknya. Pesawat itu, ditemukan di kaki Gunung Salak, persisnya di Desa Curug Nangka, Kec. Ciomas, Kabupaten Bogor. Sesuai data dari radar Bandara Halim Perdana Kusuma dan Lanud Atang Sanjaya Bogor, tim SAR masih memfokuskan pencarian di kaki Gunung Salak, tepatnya di titik 27,90 tikelmile dan baring 203 derajat. Namun sampai sejauh ini, kondisi awak pesawat belum diketahui persis.
Pesawat dengan nomor registrasi A2106 itu jatuh dengan kecepatan 166 knot. Pesawat dari Skadron IV Lanud Abdurahman Saleh itu itu tinggal landas dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sekitar pukul 09.23 WIB. Pesawat Casa NC 212-200 merupakan salah satu armada yang dilibatkan dalam Latihan Gabungan TNI 2008 (berakhir 19 Juni 2008) untuk melakukan pemotretan dan perekaman video udara lokasi rencana pendaratan amfibi, serangan udara dan penerjunan pasukan.
Pesawat angkut ringan ini dilengkapi sistem kamera pengintaian karya anak bangsa yang berfungsi untuk melakukan pemotretan dan perekaman video udara. Pesawat Casa NC 212 yang jatuh tersebut mengangkut 18 penumpang, terdiri atas 13 orang anggota tim pemotretan udara dari Dinas Pemotretan Angkatan Udara dan 5 orang awak pesawat. Kontak terakhir dengan pilot pesawat, Mayor Penerbang Ardijanto, terjadi saat pesawat berada di atas Pondok Cabe, dan kontak terakhir pada posisi 97 derajat.


