Hari Minggu (29/06) kemarin, proses evakuasi terhadap korban pesawat TNI Angkatan Udara jenis Cassa 212 di Tegal Lilin, Pasir Gaok, Tenjolaya, Bogor, Jawa Barat, selesai dilakukan. Sejak pukul 14.00 WIB, jenazah para korban mulai berdatangan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dibawa lima helikopter. Kedatangan jenazah disambut oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Subandrio beserta seluruh pejabat TNI-AU di Lanud Halim Perdana Kusuma.
Terakhir, jenazah tiba pukul 17.00 WIB dan sepuluh dari 18 jenazah korban jatuhnya pesawat Cassa N212-100 TNI Angkatan Udara (AU) sudah berada di RS TNI-AU dr Esnawan Antariksa di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma. Ke-10 jenazah tersebut diterbangkan secara bertahap menggunakan helikopter Super Puma TNI-AU dan Bolcow milik Badan SAR Nasional dari lokasi jatuhnya pesawat di kaki Gunung Salak Bogor. Jenazah para korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Pusat AU Ernawan Antariksa untuk diidentifikasi.
Sementara itu, evakuasi ke RS TNI-AU Halim Perdana Kusuma terhadap delapan jenazah lainnya masih berlangsung. Saat ini, empat jenazah sudah berhasil dikenali dan kini ada di hangar Skuadron 17 Halim Perdanakusuma. Setelah proses identifikasi, semua jenazah akan langsung dimandikan dan disemayamkan di hanggar Skadron 17 Halim Perdana Kusuma. Diperkirakan, identifikasi berlangsung lama, terutama warga negara asing, karena masih harus menunggu ketarangan dari kedutaan dan kerabat di Indonesia.
Setelah identifikasi selesai, 12 jenazah korban yang merupakan anggota TNI AU akan dibawa ke hangar Skuadron 17 untuk dilepas secara militer. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Kepala Staf TNI AU Marsekal Soebandrio. Setelah itu, masing-masing jenazah bakal diberangkatkan ke kampung halaman mereka dengan pesawat yang disediakan TNI AU untuk dimakamkan. Antara lain ke Malang, Solo, Bandung, Cirebon, dan Yogyakarta. Sementara warga sipil dan asing bakal dikembalikan ke keluarga serta kedutaan masing-masing



February 6th, 2009 at 8:55 pm
Ehm, pertama liat berita itu saya langsung kaget, gimana enggak? lawong salah satu kru cassa itu ayah dari teman saya, duh kasihan banget deh…
moga2 arwah beliau diterima disisinya. amien. and special for ALAN,.. my friend..
yang tabah ya bro????