100 Pekerja Shell Diungsikan Dari Nigeria

Perusahaan multi nasional yang bergerak di sektor pengeboran dan produksi minyak yang merupakan kerjasma antara dua negara besar asal Eropa Inggris dan Belanda, Shell mengonfirmasi serangan militan terhadap salah satu instalasinya di Nigeria selatan. Lebih dari 100 pegawai telah diungsikan dari tempat kerja mereka di lokasi serangan menjelang fajar dan di tempat lain keluar dari kawasan tersebut.

Seorang penjaga keamanan lokal tewas dan empat lain cedera dalam serangan tersebut. Stasiun pengaliran Alakiri, pabrik gas dan pangkalan logistik ladang minyak, di daerah sebelah baratdaya Port Harcourt, diserang oleh orang-orang bersenjata tak dikenal pada pagi hari. Gerakan bagi Emansipasi Delta Niger (MEND), kelompok militan paling kuat di kawasan penghasil minyak Niger itu, menyatakan, mereka telah menghancurkan stasiun pengaliran Alakiri milik Royal Dutch Shell di Negara Bagian Rivers, Nigeria selatan.

Kekerasan di Delta Niger, daerah utama penghasil minyak di Nigeria, Nigeria sekaligus adalah salah satu negara anggota OPEC, telah mengurangi produksi minyak negara itu hingga seperlima dari jumlah total pemakaian sejak awal 2006. Royal Dutch Shell, ExxonMobil, Total, Eni, serta Chevron, termasuk diantara sejumlah perusahaan minyak yang beroperasi di Delta Niger, sumber utama produksi minyak Nigeria yang mencapai 2 juta barel per hari.

Untuk meminimalkan serangan yang dilancarkan oleh militan Niger, pasukan keamanan menggunakan beberapa helikopter, jet tempur dan lebih dari 20 kapal meriam terlibat dalam pertempuran yang terjadi didaerah tersebut. Geng-geng kriminal juga memanfaatkan keadaan kacau dalam penegakan hukum dan ketertiban di wilayah itu. Lebih dari 200 warga asing diculik di kawasan delta tersebut dalam dua tahun terakhir. Hampir semuanya dari orang-orang itu dibebaskan tanpa cedera. Nigeria adalah produsen minyak terbesar Afrika namun posisi tersebut kemudian digantikan oleh Angola pada April.

Rubbi Widiantoro adalah kontributor swaberita dan dapat dihubungi di rubbi_widiantoro@yahoo.com

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Berita Terkait :


Beri Komentar