Ribuan abdi dalem Kraton Jogjakarta menggelar aksi ritual bertapa bisu atau “laku bisu” dengan mengelilingi Benteng Kraton, Jogjakarta, Rabu (8/10) malam. Ritual tapa bisu mengelilingi benteng kraton ini dilakukan di Pagelaran Kraton, Jogjakarta. Kegiatan berjalan sambil membisu mengelilingi beteng yang mengelilingi Keraton Kasultanan tersebut juga dimaksudkan guna memantapkan langkah demi keselamatan dan kelestarian Kasultanan dan Pakualaman Jogjakarta untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dengan menggunakan busana tradisional lengkap, para abdi dalem ini memulai prosesinya dengan penyerahan bendera dari pejabat kraton kepada wakil peserta ritual. Para abdi dalem melakukan ritual perjalanan keliling benteng kraton sepanjang empat kilometer. Tapa bisu yang dilakukan adalah simbol memanjatkan doa kepada tuhan, memohon agar status keistimewaan Jogjakarta segera dikukuhkan.
Mereka mengenakan busana khas yang disebut baju pranakan yang merupakan pakaian adat keraton. Ritual budaya tersebut dimulai dengan upacara serta doa bersama di Pagelaran Keraton Kasultanan Jogjakarta. Pada upacara yang dipimpin Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Condrokusumo itu, wakil dari keraton menyerahkan sejumlah panji berupa bendera yang menjadi simbol dari masing-masing kabupaten/kota se DIY kepada para perwakilan abdi dalem termasuk dari lima daerah tingkat II se-provinsi DIY.
Ritual budaya mubeng beteng berlangsung khidmat di tengah hujan gerimis. Diawali dari Pagelaran Keraton Kasultanan berjalan ke barat, kemudian ke selatan dan ke timur, selanjutnya ke utara dan ke barat lagi hingga berakhir di tempat semula yaitu Pagelaran Keraton Kasultanan Yogyakarta. Dibutuhkan waktu sekitar satu setengah jam untuk mengelilingi beteng keraton dalam acara ritual tersebut.




June 24th, 2009 at 1:15 am
itu foto bkn abdi dalem kraton Jogja, tetapi kraton Surakarta.Tlg diralat data dan informasinya.
July 21st, 2009 at 12:13 am
bravoooo!!!!!semoga tetap lestari tradisi jogjaku ini