Seperti diberitakan sebelumnya, pada H-2 Idul Fitri, warga masyarakat dikejutkan dengan adanya potongan-potongan tubuh manusia yang ditaruh dalam plastik merah yang ditemukan pada bus Mayasari Bhakti. Plastik merah tersebut di taruh di bawah kursi salah satu kursi penumpang.
Hasan Basri diduga sebagai korban mutilasi. Hal ini berdasarkan laporan dari pihak keluarganya yang menyatakan bahwa dari semenjak bulan puasa hingga tanggal 7 Oktober 2008 hasan Basri menghilang dan belum kembali ke rumah. Namun, pihak kepolisian masih akan menyelidiki kebenarannya. Keluarga Hasan rencananya akan diperiksa pada Rabu 8 Oktober di Mapolda Metro Jaya. Sebelumnya, keluarga telah melaporkan ke Polrestro Cakung bahwa anggota keluarga mereka yaitu Hasan Basri merupakan korban mutilasi.
Setelah melapor dan diperiksa oleh Kepolisian, keluarga Hasan Basri mengadakan tahlilan sejak Minggu 12 Oktober lalu, untuk meminta permohonan kepada Allah agar diberikan petunjuk. Bila Hasan telah meninggal dunia, keluarga minta ditunjukkan makamnya. Dan bila sebaliknya, keluarga minta agar Hasan segera pulang ke rumah.
Namun, memasuki hari tahlilan yang ke-7, keluarga dikejutkan karena Hasan Basri pulang ke rumahnya di Kampung Rawa Bogo, Kelurahan Jatimekar, Bekasi, pada Sabtu 18 Oktober lalu. Hasan pulang dalam keadaan sehat, Kepulangan Hasan ini disambut dengan tangis haru, bahkan ibunda tercintanya yakni, Nimah, sempat tak sadarkan diri melihat Hasan kembali ke rumah. Acara tahlil, tetap dilanjutkan sebagai ucapan syukur kembalinya Hasan ke rumah dengan selamat.


