Raja Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X siap maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 mendatang. Hal itu diungkapkan Sri Sultan pada saat berlangsungnya pisowanan ageng di Alun-alun Utara Keraton Jogjakarta. Sultan menyatakan dengan kehendak Tuhan Yang Maha Esa dan oleh karena panggilan Ibu Pertiwi, maka Sultan siap memimpin bangsa ini dengan menjadi capres pada Pilpres 2009 nanti.
Sultan tidak akan bisa menolak dukungan rakyat yang luar biasa. Mengenai potensi, setidaknya sudah terbukti bahwa DIJ selama 10 tahun di bawah kepemimpinan Sultan mengalami perkembangan yang sangat menakjubkan. Keseimbangan antara pemikiran modern dan kultural tetap menjadi cermin perikehidupan di Jogja. Bukan tidak mungkin, Sultan akan menularkan aura ini pada skala nasional.
Selain itu, peran ibu negara saat ini sangat minim, jaminan kesejateraan para perempuan dan anak menjadi termarginalkan. “Kita memang kehilangan sosok ibu negara. Di negara lain, setiap ibu negara juga punya visi dan misi. Saya berharap banyak kepada GKR Hemas yang memang sudah berkiprah dalam aktivitas sosial ini. Mengenai dukungan, memang dukungan itu tidak cukup hanya dengan slogan dan pengerahan massa. Butuh wadah yang pas buat Sultan. Saatnya bangsa ini berubah dan berani menempuh risiko dan menentukan pemimpin yang sejati.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Taufiq Kiemas menanggapi positif majunya Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai capres. Taufik mengakui Sultan merupakan salah satu “saingan berat” untuk PDI-P. Menurutnya, Sultan memiliki sejumlah kriteria memadai untuk maju sebagai capres. “Sultan di Golkar juga senior, anak pejuang, ayahnya yang menyerahkan Jogja kepada Bung Karno.
Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Sutrisno Bachir, menilai, majunya Sri Sultan sebagai capres memberi kesegaran bagi kompetisi capres 2009 karena mendorong munculnya calon pemimpin baru, pemimpin alternatif. Hanya saja sangat disayangkan, syarat pengajuan capres dan cawapres yang diusulkan pada perolehan angka 25 persen kursi di DPR melalui pemilu legislatif, akan mematahkan langkah calon-calon pemimpin alternatif untuk maju di Pilpres 2009, termasuk langkah Sri Sultan.



October 5th, 2009 at 9:49 am
sebaiknya ngarso dalem mengadakan ekspansi ke wilayah priangan timur, agar menambah dukungan massa, walaupun pada pilpres yang lalu kurang mendapat dukungan, tapi pada pilpres yang akan datang bisa menang.