Tiga Proyek Surabaya Industrial Estate Rungkut Tertunda Akibat Krisis

Krisis ekonomi global yang melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berimbas kepada ditundanya tiga proyek di Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Minat para investor untuk berinvestasi di Jawa Timur kian melambat, menyusul ditundanya tiga proyek industri oleh investor asing dari Taiwan, Korea, dan Jepang di SIER. Sebenarnya realisasi investasi di SIER ditargetkan pada bulan November 2008.

Jika hal itu terwujud, dari satu pabrik yang akan dibangun oleh investor dari Taiwan maka hal tersebut dapat menyerap sekitar 10 ribu tenaga kerja. Para investor pun telah mendapat izin dari Badan Penanaman Modal (BPM) Jawa Timur. Kemudian mereka hanya perlu mencari lokasi yang strategis untuk pembangunan pabriknya. Kini, para investor harus menghitung kembali visibility dari usahanya.

Padahal saat akan berinvestasi mereka telah menghitung biaya dengan kalkulasi yang belum besar dan peluang untuk mendapatkan keuntungan masih besar. Akan tetapi, dengan asumsi nilai rupiah Rp 9.500,- per US$, kini mereka semakin ragu untuk berinvestasi. Hal itu, lanjut dia, karena profit margin akan berkurang jika rupiah terus melemah dan daya beli masyarakat tak kunjung membaik. Apalagi semua perusahaan yang akan dibangun memiliki orientasi ekspor rata-rata dari keseluruhan produksi.

Investor pun juga masih memerlukan bahan baku impor. Oleh karena itu, dikhawatirkan penghasilan dari penjualan produk tidak akan menutup biaya produksi dan distribusi yang tinggi. Minimnya realisasi investasi pada tahun ini karena masih ada persoalan pasokan listrik yang masih belum stabil. Apalagi kini PLN menerapkan kebijakan pembaharuan kontrak setiap bulan. Hal itu, kata dia, menimbulkan banyak keluhan dari pengusaha, terutama pengusaha asing karena ketidakpastian pasokan listrik, tarif, dan lainnya.

Rubbi Widiantoro adalah kontributor swaberita dan dapat dihubungi di rubbi_widiantoro@yahoo.com

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5 out of 5)
Loading ... Loading ...

Berita Terkait :


Beri Komentar