Produk garmen atau pakaian jadi dari outlet distro dengan model serta desain yang kreatif kreatif dan harga terjangkau akan mendominasi pasar domestik di tahun 2009 nanti. Para pelaku usaha bisnis ini optimis produk mereka akan menjadi tren pada tahun mendatang. Desain dari produk garmen mereka merupakan kreativitas anak-anak muda yang digemari pasar lokal.
Desainer muda menjadi enterprenuer dan terus akan berkembang. Dari sisi harga, dia mengatakan, produk dari industri besar jelas akan kalah dengan produk desain anak-anak muda tersebut. Banyak kalangan usahawan yang berasumsi bahwa insentif pemerintah untuk produk lokal yang diperuntukan bagi pasar lokal memang kurang. Karena itu perlu ada insentif fiskal untuk produk TPT domestik.
Selain itu, perlu efisiensi non fiskal guna menekan “cost production”, contohnya saja dengan membuat infrastruktur baik, pelabuhan baik. Sementara itu, masyarakat Indonesia termasuk yang sadar akan fashion karena itu tidak perlu mengambil tenaga desainer asing. Cukup dengan mengangkat desainer “fresh graduate” dari sekolah mode tanah air seperti Esmode.
Desain yang tetap memberikan ciri khas Indonesia akan diminati. Terbukti dengan semakin meningkatnya ekspor produk garmen para pelaku usaha distro ini ke beberapa negara lain selain konsumen domestik seperti Australia dan Jepang. Ternyata dengan perbedaan desain produk kita semakin diminati.



(2 votes, average: 3.5 out of 5)
March 5th, 2009 at 11:42 pm
anak-anak mudah indonesia cukup kreatif dalam bentuk usaha distro tapi akses untuk mendapatkan bahan-bahanya baik bahan bakunya untuk didesain sendiri atau yang sudah jadi langsung dijual… cukuplah sulit,yang menjadi masalahnya adalah soal biaya tranportasi maupun bentuk harga di pasaran sebab modalnyapun pas-pasan,khususnya anak-anak muda yang berada diwilayah indonesia timur.