Pertamina Mengalami Defisit Laba Sebesar 60 Persen Tahun 2009 ini

Laba bersih konsolidasi PT Pertamina (Persero) tahun 2009 diperkirakan mencapai Rp 12 trilyun anjlok sebesar 60 persen dibanding prognosa laba 2008 sebesar Rp 30 trilyun. Terjadi penurunan laba sangat tajam karena asumsi harga harga minyak Indonesia (ICP) US$ 45 per barel, lebih rendah dari asumsi ICP rata-rata 2008 sebesar US$ 101 AS per barel.” Pada saat yang sama pendapatan perseroan juga merosot menjadi sekitar Rp 311 trilyun, dibanding proyeksi pendapatan sebelumnya Rp 540 trilyun.

Pada tahun 2009 produksi minyak ditargetkan mencapai 72 juta barel, meningkat dari 62,8 juta barel pada 2008. Secara keseluruhan pada 2009, perseroan akan fokus pada sektor hulu meliputi eksplorasi dan produksi. Selain itu juga akan menggiatkan ekspansi hilir dengan penambahan infrastruktur termasuk memperbanyak infrastruktur LPG. Tahun 2009, perusahaan migas pelat merah ini menganggarkan belanja modal (investasi) sebesar Rp 21,9 trilyun, sebesar Rp 12,6 trilyun diantaranya untuk keperluan hulu.

Biaya investasi tahun 2009 sebanyak 60 persen diperoleh dari dana internal perusahaan, sedangkan sisanya 40 persen diupayakan melalui pinjaman baik perbankan maupun obligasi. Akan dikombinasikan, mana yang paling tepat dan menguntungkan perusahaan. Tahun 2009 ini juga Pertamina berusaha untuk menjadi sebagai “public non listed company”.

Rubbi Widiantoro adalah kontributor swaberita dan dapat dihubungi di rubbi_widiantoro@yahoo.com

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Berita Terkait :


Beri Komentar