SwaBerita.Com–Selama beberapa dasawarsa Irak telah mengembar-gemborkan diri sebagai salah satu negara dengan penduduk terpelajar di timur tengah, pemerintah telah menghabiskan sejumlah uang dari kekayaan minyaknya untuk melatih orang-orangnya yang paling cemerlang dengan mengirim banyak orang keluar negeri guna belajar di berbagai universitas bergengsi.
Pemerintah mengatakan bahw sebanyak 350.000 warga irak yang tinggal di luar negeri memiliki gelar universitas. itu merupakan 17% dari 2 juta warga irak yang melarikan diri keluar negeri beberapa tahun belakangan ini.
Namun semejak sangsi ekonomi dari PBB dan serangan AS pada tahun 2003 banyak ribuan orang melarikan diri dari Irak namun setelah 2 tahun belakangan ini setelah kekerasan telah menurun sekitar 700 guru besar uiversitas dari semua bidang akademik telah kembali.-Reuters
“Anda, adalah otak Irak yang merupakan bagian penting dalam gerakan jalan kita berada” Sadeq ar-Rikabi, penasehat politik Perdana Menteri Nuri al-Maliki, mengucapkan pada awal konfrenci tiga hari yang di adakan oleh Kementerian Sains dan Teknologi.
Mohammed ar-Rubaie, Guru besar keahlian teknik genetika di Dublin University, ” kami tidak ingin kembali (untuk menetap), Para ilmuan dapat di undang untuk berbagai proyek khusus guna memberikan faedah nasehat da pengalama mereka” (23/06)


