Jelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI, yang serentak dilakukan pada 8 Juli mendatang tidak semerta-merta berimbas negatif pada pergerakan saham dan nilai tukar mata uang di lantai bursa. Pergerakan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot antar bank Jakarta, menguat 45 poin menjadi Rp 10.135 dari Rp 10.145 dibandingkan penutupan hari sebelumnya Rp 10.180-Rp 10.195.
Menurut pengamat pasar uang, Farial Anwar, penguatan rupiah terutama disebabkan laporan positif Badan Pusat Statistik (BPS). Dampaknya, para pelaku pasar membeli rupiah. Kemarin, BPS melaporkan inflasi tahunan menurun tajam menjadi 3,46 persen dari sebelumnya 6.04 persen meski inflasi bulanan sedikit menguat menjadi 0,11 persen dari 0,04 persen. “Kami optimis rupiah akan bisa mencapai angka Rp 10.000 per dolar AS, apabila kondisi pasar seperti sekarang ini terus berlanjut,” tambah Farial.

