Presiden Barack Obama memperkirakan, angka pengangguran di AS akan terus memburuk saat isyarat pemulihan ekonomi AS belum dapat menjamin penyerapan tenaga kerja. Beliau juga menjelaskan bahwa pemerintahnya sadar bahwa faktor terpenting adalah, apakah para tenaga kerja itu mendapatkan bayaran yang layak. Lebih dari 2 juta warga AS telah kehilangan pekerjaan sejak Kongres meloloskan paket stimulus ekonomi senilai 787 miliar dollar AS yang diajukan oleh Obama. Menurut Obama, tanpa intervensi pemerintahnya itu, negara bagian, seperti Michigan, akan mengalami kondisi lebih buruk karena harus memecat lebih banyak tenaga guru, petugas pemadam kebakaran, dan mereka dari profesi lainnya.
Tingkat pengangguran di AS telah mencapai 9,5 persen atau tertinggi dalam 26 tahun terakhir. Lewat keterangan pers yang disampaikan di Gedung Putih, Obama menerangkan bahwa stabilisasi pasar keuangan telah memungkinkan sejumlah bank untuk kembali mengucurkan kredit dan beberapa usaha kecil tetap bergeliat. Obama mengatakan “Belum diketahui pasti seberapa besar lapangan kerja berpotensi menyerap tenaga kerja, dan Ekspektasi saya adalah kemungkinan jumlah pengangguran akan terus bertambah dalam beberapa bulan mendatang”.


