Program pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk meningkatkan dunia investasi di Tanah Air kembali memperoleh hasil positif. Hal itu diwujudkan dengan keseriusan Pemerintah China untuk menanamkan investasinya di Tanah Air tahun 2010 ini. Pemerintah Cina terus meningkatkan hubungan kerja sama untuk melakukan investasi di Indonesia, termasuk kerja sama ke Sulawesi Barat dengan dana sebesar Rp 405 miliar. Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh mengungkapkan, investasi yang akan ditanamkan oleh investor Cina di provinsinya itu untuk membangun Pelabuhan Belang-Belang di Kabupaten Mamuju dan beberapa kawasan lainnya. Pelabuhan tersebut akan membuat dunia usaha di Sulbar tumbuh dengan pesat, termasuk peningkatan ekonomi dan pengentasan pengangguran yang ada di provinsi ini.
“Tahun ini Pemerintah China telah menyiapkan dana hibah untuk ditanamkan di Indonesia sebesar Rp 1.000 triliun, termasuk rencana penanaman modal ke Sulbar,” papar Gubernur Sulbar Anwar Adnan. “Jika investor masuk, maka saya yakin daya serap tenaga kerja yang akan dibutuhkan mencapai ribuan orang. Ini berarti, kita telah melakukan pemangkasan angka pengangguran,” tambahnya.




February 22nd, 2010 at 8:06 pm
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG KETAHANAN NASIONAL
INDONESIA
A. Perjuangan dan Kemampuan Bangsa Indonesia Untuk Bertahan
Seperti kita ketahui bahwa penjajahan belanda yang 350 tahun lamanya telah membuat bangsa Indonesia menderita lahir dan batin, belum lagi ditambah 3 tahun oleh tentara Jepang. Walaupun pada saat itu banyak pergerakan-pergerakan di daerah untuk mengusir penajajah dari nusantara. Seperti hal nya pergerakan mengusir penjajah dari kerajaan mataram yang di pimpin oleh sultan agung thn 1613, sisi mangaraja (batak) 1900 tidak pernah berhasil. Ditambah pergerakan-pergerakan yang lain seperti sultan iskandar muda dari aceh sultan Agung tirtayasa. Hal ini terajdi karena kurang adanya persatpuan dan kesatuan antar kelompok satu dan lainnya. Walau pun perjuangan mereka tidak sia-sia tetapi tidak berpengaruh sepenuhnya pada pihak penjajah tersebut. Di sisi lain” keragamaan” bangsa Indonesia mudah terpengaruh oleh politik ekploitasi, yang mengakibatkan mudahnya ter propikasi, oleh pihak penjajah, hinggah mudah terpecah belah dan gampang di adu dombakan. Antar satu dan yang lainnya.
Pada saat muncul pergerakan yang dimotori oleh Budi utomo (1908), barulah pergerakan-pergerakan tersebut menuju persatuan walaupun belum sepenuhnya dan 1928 muncul angkatan “ penegas “ sumpah pemuda maka disitulah strategi perjuangan berubah dengan cara mendidik semua anak muda yang ada. Di sebelah mulai bangkit semangat nasionalisme dan tercetuslah “ sumpah pemuda”
Perjuangan selanjutnya dalam melawan penjajah jepang (1942-1945) pada awalnya bangasa Indonesia merasa simpati dengan kedatangan jepang, yang di kira akan membantu prosesnya kemerdekaan, akan tetapi dugaan itu salah dengan datangnya jepang malah bertambah sengsara rakyat Indonesia. Banyak rakyat di pekerjakan paksa “ Romusa “ baik di dalam maupun di kirim diluar negri.
Darisitulah muncul pemberontakan-pemberontakan melawan jepang di beberapa tempat di Indonesia seperti di bletar oleh anggota peta. Di jawa barat. (singaparna) dan di beberapa daerah lainnya. Seperti kata pepatah “ hilang satu tumbuh seribu “ di daerah lain dapat dipadamkan namun dilain daerah muncul pejuang –pejuang baru. Hingga akhirnya datang kesempatan emas ketika tentara sekutu dapat mengalahkan tentara-tentara jepang pada tanggal 15 Agustus 1945 dan kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh bangsa Indonesia maka tanggal 17 Agustus 1945 di ploklamirkan kemerdekan Indonesia.
BAGAN
PENDEKATAN LATA BELAKANG SEJARAH
350 Tahun lagi menderita ? kemiskinan dan penderitaan upaya perlawanan oleh bangsa Indonesia antara lain :
- Iskandar Muda di Aceh (1636)
- Sisingamangaraja (Batak 1900)
- Imam Bonjol (Minangkabau, 822-1837)
- Badrudin (Palembang, 1817)
- Sultan Tirtayasa (Banten 1650)
- Untung Suropati (Jatim, 1670)
- Jalantika (Bali 1850)
- Anak Agung Made (Lombok, 1895)
- Pangeran Antasari (Makasar 1660)
- Patimura (Maluku, 1887)
Tahapan Perjuangan Selanjutnya :
- `Angkatan Perintis (1908)
Oleh Budi Utomo
- Angkatan Penegas (1928) Sumpah Pemuda
Pada Periode Penjajahan Jepang (1942-1945)
Merupakan babak Penjajahan Baru tetap menimbulkan kemiskinan
Timbul berbagai pemberontakan melawan Jepang