SwaBerita | Nasional

Menegpora Serahkan Hadiah Rumah Pada 12 Mantan Atlet Berprestasi

Menteri Negara Pemuda dan Olahraga yang baru dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Andi Alfian Mallarangeng memberikan penghargaan bagi duabelas mantan atlet berprestasi. Penghargaan negara melalui Menegpora itu berupa rumah senilai Rp 100 juta. Pemberian hadiah rumah itu merupakan kelanjutan dari program Kemenegpora dalam menyediakan 100 rumah bagi mantan olahragawan berprestasi. Dari ke-12 mantan atlet tersebut, empat orang adalah mantan petinju, yakni Hengky Gun (juara OPBF dan WBC Intercontinental), Yani Malhendo (juara IBF dan WBC Intercontinental), Wongso Indrajit (juara WBC Intercontinental), dan Minto Hadi (Jember). Selain itu, dua orang dari cabang tenis meja, yakni Johnny da Costa dan Mudani (atlet penyandang cacat), Sigit Nurcahyo (karate), Shobirin (voli), Paula Vincentia Maria Pantouw atau akrab disapa Venny Pantouw (judo), dan Dyah Satyawati (silat). Dua mantan atlet dari Bali penerima penghargaan serupa adalah Samsul Hadi (atletik) dan Muhammad Tohir (panahan).


Kategori Berita, Nasional, Nusantara, ProfilBeri Komentar

Indonesia Juara Umum APSSO 2008

Kontingen Indonesia tampil sebagai juara umum ASEAN Primary School Sport Olympiad (APSSO) II tahun 2008 dengan meraih total perolehan medali sebanyak 32 medali dengan rincian adalah 12 medali emas, 9 perak dan 11 perunggu dari lima cabang olahraga yang dipertandingkan.

Selengkapnya


Kategori Nasional, SainsBeri Komentar

Fenomena Seorang Syekh Menikahi Anak Dibawah Umur

Fenomena perkawinan dini yang dilakukan oleh seorang anak berusia 12 tahun bernama Lutfiana Ulfa dengan seorang Syekh asal Semarang sangatlah mengandung kontroversi. Dari segi hukum, perkawinan yang dilakukan oleh Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji untuk menikahi bocah-bocah di bawah umur adalah tidak sah dan cacat hukum. Syekh Puji dianggap telah melanggar UU Pernikahan, KUHP serta UU Perlindungan Anak.

Gadis berusia 12 tahun tersebut telah dinikah siri pada 8 Agustus 2008. Dan rencananya dalam waktu dekat Syekh Puji akan menikahi dua bocah yang masih sama-sama dibawah umur. Syekh Puji mengungkapkan bahwa niat Beliau menikahi mereka untuk dijadikan istri tidak lain untuk dididik yang mana nantinya pada saat usia mereka telah dewasa atau menginjak 18 tahun akan mempunyai tugas masing-masing untuk mengurusi ponpes Miftahul Jannah, miliknya.

Di lingkungan ponpes setiap istri akan diberikan tugas masing-masing. Misalnya istri pertamanya, Ummi Hani (26), yang ditugasi mengurus ponpes. Sedangkan Ulfa, sejak 19 Oktober 2008 diserahi tugas mengelola PT Silenter, yang bergerak dalam bidang pembuatan kaligrafi dari kuningan. Di perusahaan tersebut Ulfa duduk sebagai general manager. Begitu juga dua bocah cilik yang pekan ini akan dinikahinya. Keduanya, kata Syekh Puji, bakal menangani usaha-usaha yang ia miliki.

Akibat dari perbuatannya, kini Syekh Puji mendapat kecaman dari pihak LSM perlindungan anak dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun, kecaman tersebut tidak membuat pria brewokan ini gentar dan takut, Ia mengaku kalau langkahnya sesuai dengan ajaran agama. Namun, menurut sudut pandang secara psikologi, prilaku Syekh Puji bisa dikatakan pengidap peadophilia. “Paedophilia adalah sifat kejiwaan manusia yang mempunyai ketertarikan kepada anak di bawah umur”.

Pengidap penyakit ini, mempunyai ciri-ciri antara lain, ia punya ketertarikan seksual terhadap anak-anak, baik itu balita atau anak belum akal baligh. Dan ia menyukai seks yang jarak umurnya jauh berbeda. Dari ciri-ciri tersebut Syekh Puji bisa dibilang masuk dalam kriteria paedophilia. Sebut saja selisih usianya dengan Ummu Hani, istri pertamanya. Usia Syekh Puji saat ini menginjak 43 tahun. Sedangkan Ummu Hani baru berusia 26 tahun. Jadi usia Syekh Puji dan Ummu Hani berjarak 17 tahun. Dan sekarang ia ingin menikahi gadis berusia 12, 9, dan 7 tahun.

Bagi para Ulama yang juga mengikuti perkembangan kasus ini, unsur agama seharusnya tidak dijadikan alasan pembenaran oleh Syekh Puji. Secara fiqih memang wanita bisa dinikahi setelah dewasa, tandanya ya menstruasi. Namun, di Indonesia ada UU Perkawinan yang mengatur batas umur minimal 17 tahun, kalau masih berusia dibawah itu artinya menikahi anak-anak. Dengan demikian prilaku sang syekh ini sebenarnya bisa dikenai sanksi hukum. Sebab selain telah melanggar UU Perlindungan Anak, ia juga bisa dijerat Pasal 288 KUHP.


Kategori Berita, Nasional7 Komentar

ABG I : Kalahkan Oman, Sepakbola Pantai UEA Hadapi Indonesia

Tim sepakbola pantai Uni Emirat Arab (UEA) dipastikan menjadi lawan Indonesia di babak delapan besar cabang sepakbola pantai Asian Beach Games 2008. Kepastian itu diperoleh setelah UEA tampil sebagai juara grup B usai melibas Oman 6-2 di laga terakhir penyisihan grup. Sedangkan Indonesia di laga terakhir harus mengakui keunggulan Uzbekistan.

Selengkapnya


Kategori Nasional, SepakbolaBeri Komentar

Ronny Pattinasarani Meninggal Dunia

Legenda sepak bola nasional yang berkibar namanya bersama tim nasional Merah-Putih era tahun ‘70-an, Ronny Pattinasarani, pada hari Jumat (19′09) siang sekitar pukul 13.30 WIB, meninggal dunia RS Omni Medical Center (OMC), Pulomas karena menderita Kanker Pankreas.

Selengkapnya


Kategori Berita, Hot News, Nasional, ProfilBeri Komentar

Jelang Persiapan Piala Kemerdekaan Bendol Coret Tiga Nama

Pelatih kepala Tim Nasional “Merah Putih” Indonesia Benny Dollo telah mencoret tiga nama dari kesatuan timnas Merah Putih. Ketiga pemain yang dicoret dari timnas yakni kiper Ferry Rutinsulu, bek Usep Munandar, dan striker Boaz Sallosa. Timnas senior yang dipersiapkan untuk Piala Kemerdekaan yang rencananya akan digelar di Indonesia (Stadion Utama Gelora Bung Karno), Jakarta, pada 21-29 Agustus, memiliki beberapa alasan mengenai ketidaksertaan ketiga pemain tersebut.

Selengkapnya


Kategori Nasional, Sepakbola2 Komentar

Jatim Juara Umum PON XVII Kaltim 2008

Juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Kalimantan Timur 2008 resmi menjadi milik kontingen Jawa Timur (Jatim), setelah dalam ajang pertandingan olahraga tingkat nasional ini Jatim meninggalkan daerah-daerah lainnya dalam pengumpulan medali.

Selengkapnya


Kategori Berita, Nasional, Olah Raga1 Komentar

Iswadi Idris Meninggal Dunia

Kembali Indonesia kehilangan salah seorang legenda sepakbolanya, Iswadi Idris, gelandang tim nasional Merah Putih di era tahun ‘1970-an ini meninggal dunia di RS Metropolitan Medical Center (MMC) Kuningan Jakarta, pada hari Jumat, sekitar pukul 20.28 WIB dalam usia 60 tahun. Beliau meninggal lantaran penyakit stoke yang diderita.

Selengkapnya


Kategori Berita, Nasional, ProfilBeri Komentar

Persik Kediri Hadapi Australia Barat

Pertandingan persahabatan antara Persik Kediri melawan tim Australia Barat adalah langkah awal mengukur kesiapan Persik untuk menghadapi musim kompetisi Superliga Indonesia yang direncanakan akan dimulai pada 12 Juli 2008 mendatang.

Selengkapnya


Kategori Nasional, Sepakbola2 Komentar

Munchen Permalukan Timnas Indonesia

Jakarta, Gelora Bung Karno Senayan menjadi saksi kekuatan dan kekompakan tim yang ditampilkan peraih titel Bundesliga Jerman, Bayern Munchen. Skor telak 1-5 diperoleh timnas Indonesia sebagai tuan rumah dari Munchen sebagai salah satu pelajaran berharga bermain sepak bola kolektif, kreatif dan inovatif.

Selengkapnya


Kategori Nasional, SepakbolaBeri Komentar